JOSEP ESCOLA

INFOBOLA.ORG – Josep Escola adalah penyerang asli Kota Barcelona yang memiliki karakter baik dan disegani oleh rekan dan lawan. Selama masa karier sepak bolanya, Escola tidak pernah membuat kontroversi di dalam maupun di luar lapangan. Ia selalu bermain fair play dan tidak pernah melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Pemain kelahiran 28 Agustus 1914 ini selalu bisa membuat rekan satu tumnya tetap dalam kondisi tenang. Escola di beli dari Espanyol setelah sebelumnya bermain di sebuah klub kecil di Barcelona bernama UE Sants pada tahun 1934 di usianya yang ke-20. Escola hanya bisa bermain sebnyak 37 caps bagi FC Barcelona di dua musim pertamanya dengan jumlah gol sebanyak 20.

Adanya Perang Saudara Spanyol tahun 1937, menyebabkan La Liga untuk sementara dihentikan. FC Barcelona kemudian bermain di Liga Mediteran dan mendapat kesulitan finansial karena kondisi yang tidak menentu di Spanyol. Oleh karenanya, Patrick O;connel (pelatih saat itu) membawa FC Barcelona ke Amerika dan Meksiko untuk mengadakan tur agar bisa meraup banyak uang demi klub. Namun, sekembalinya dari Benua Amerika, O’Connell hanya membawa 4 pemain saja, termasuk diantaranya Escola. Kebanyakan pemain memilih yntuk hengkang dari panyol karena situasi keamanan dan perpolitikan Sapnyol yang tidak menentu.

Escola bersama rekannya Domingo Balmanya kemudian memilih mengassingkan diri ke Prancis dan bermain bagi FC Sete. Ketika perang saudara berakhir, Jenderal Farnco membuat larangan bagi olahragawn uang sempat melarikan diri ke negara lain ketika perang saudara terjadi. Presiden FC Barcelona kala itu, Enrique Pineyri yang ditunujuk langsung oleh Franco, meminta kelonggaran terhadap aturan tersebut untuk beberapa pemain, di antaranya Escola dan Balmanya.

Kejadian menarik lainnya adalah ketika peristiwa Cahrmatin, yaitu pertandingan antara Real Madrid melawan FC Barcelona di ajang Copa del Generalisimo. FC Barceloan memang memenangkan pertandingan di leg pertama dengan skor akhir 3-0 di Les Corts. Namun, di leg kedua, FC Barcelona kalah secara mengejutkandengan skor akhir 1-11. Banyak yang berpendapat jika Escola dan beberapa pemain penting dari FC Barcelona diancam mengalah agar Real Madrid bisa melaju ke babak selanjutnya. Escola sendiri kemudian membantah jika ada tekanan terhadap dirinya dari penguasa agar mengalah.

Musim 1947/48 adalah muim terakhir Escola yang kemudian memutuskan gantung sepatu karena terlalu sering mengalami cedera di pinggul dan lututnya. Escola memang seperti target empuk para defender karena dirinya tidak pernah marah atau protes berlebihan kepada wasit ataupun pemain lawan ketika dilanggar. Selain itu, jumlah gol sebanyak 223 buah di sepanjang kariernya cukup memperlihatkan kualitas dirinya sebagai pencetak gol ulung yang harus mendapat kawalan ekstra dari barisan pertahanan lawan.

Leave a Reply