LUIS ENRIQUE

INFOBOLA.ORG – Luis Erique salah satu legenda FC Barcelona  yang mendapat julukan El Lucho, yang artinya Sang Pemberani. Luis Enrique tumbuh besar dari tim junior Sorting Gijon pada tahun 1981 sampai dengan tahun 1988. Ia juga sempat masuk tim Sorting Gijon B pada tahun 1988 sampai tahun 1990. Meski begitu, Lus Enrique pernah memiliki satu caps bersama tim utama kala Sorting Gijon melawan Malaga. Luis Enrique hanya bermain sebanyak 29 menit dan Sporting Gijon takluk 0-1 di kandang.

Pada musim 1990/91, Luis Enrique bermain di tim utama Sporting Gijon dengan total 35 caps. Meski telah menjadi pilihan tim utama dan membuat 14 gol musim berikutnya El Lucho memutuskan pindah ke Real Madrid. Luis Enrique membutuhkan tantangan dan skuat lebih besar, sesuai dengan bakatnya.

Luis Enrique dibeli dari Sporting Gijon seharga 250 juta pesetas oleh pelatih asal Serbia, Radomir Antic, yang hanya bisa mendampingi skuat ibu ini selama 25 pertandingan. Wajar, kala itu Real Madrid harus menyaingi The Dream Team-nya Johan Cruyff. Pada musim pertamanya di Real Madrid, Luis Enrique bermain sebanyak 35 pertandingan dengan jumlah gol yang sedikit, hanya 4 gol. Luis Enrique menghabiskan waktu selama lima musim di Real Madrid dengan total caps sebanyak 195 petandingan dengan torehan 16 gol. Suatu resume yang kurang baik.

Dimusim terakhirnya bersama Real MADRID, Luis Enrique tidak mendapat perpanjangan kontrak karena buruknya hubungannya dengan mantan presiden Real Madrid saat itu, Lorenzo Sanz. Ia pun dengan bebas pindah ke klub mana pun yang berminat pada dirinya. Dirinya memilihke klub seteru abadi Real Madrid, yaitu FC Barcelona.

Pada awalnya cules tidak menyukai kedatangan Luis Enrique, bahkan terkesan ragu dengan kemampuan Enrique, setelah melihat jumlah gol gol di kubu Real Madrid. Akhirnya, Luis Enrique sukses membuat cules jatuh hati pada musim pertamanya berseragam Blaugrana. Luis Enrique menjadi top scorer kedua klub pada musim 1996/97 dengan perolehan 17 gol, di bawah Ronaldo Luis. Dengan total 17 gol di semua ajang tersebut terasa kurang jka melihat caps untuk meraih jumlah tersebut, yaitu 44 pertandingan.

Pergantian pelatih dari Sir Bobby Robson ke Luis van Gaal membuat Luis Enrique  kian memikat hati cules. Terutama ketika ia turut menyumbang sebuah gol ke gawang Real Madrid yang dijaga oleh Santiago Canizares pada laga el clasico, 1 September 1997. Total jumlah gol Luis Enrique pada musim keduanya adalah 22 gol. Itu menjadikannya sebagai top scorer klub, mengalahkan pemain asal Brasil, Rivaldo. Luis Enrique adalah pemain dengan skill mumpuni dan insting membuat gol yang bagus. Padahal Luis Enrique diplot menjadi gelandang serang kala bermain di FC Barcelona, bukan sebagai striker. Olehkarena itu, Luis Enrique mendapat julukan

Mr. Versatile atau Tuan Multiposisi. Selain itu, dirinya pun tidak pernah lelah untuk terus berjuang dan menyemangati tim. Itu terbukti ketika dirinya mendapat kepercayaan mengenakan ban kapten.

Ketika Joan Laporta naik menjadi presiden dan menunjuk Frank Rijkaard sebagai pelatih Luis Enrique masih tetap menjadi pilihan utama. Salah satu direksi (Marc Ingla) bertanya kepada Rijkaard, “Kenapa Luis Enrique selalu mendapat tempat bermain di tim utama padahal dirinya sudah tua?’. Rijkaard menjawab “ Karena kita harus menghormati [em,ain yang tua terlebih dahulu agar ia merasa diperlakukan secara adil”. Pada musim 2003/04 Luis Enrique hanya bermain sebanyak 29 pertandingan di semua ajang dan 5 pertandingan dirinya bermain full 90 menit. Ini membuktikan pentingnya sosok Luis Enrique, pemain yang pada setiap pertandingan el clasico selalu menajdi bahan cacian Madridista karena pindah ke FC Barcelona. Pada pertandingan melawan Racing Santander, 16 Maei 2004, Luis Enrique mendapat tepu tangan dan standing ovation dari penonton ketika diganti pada babak kedua.

Pemain bernomor 21 ini menolak beberapa lamaran dari klub-klub berminat kepadanya karena merasa dirinya sudah bukan pesepak bola handal lagi. Setelah memperdalam surfing di Australia, Luis Enrique disarankan oleh sang sahabat, Josep Guardiola, untuk melatih tim FC Barcelona B sebelum akhirnya melatih tim Italia AS Roma. Luis Enrique masuk dalam jajaran 125 Pesepak Bola Terbaik versi Pele ketika merayakan 100 tahun berdirinya FIFA.

Leave a Reply