RONALDINHO

INFOBOLA.ORG – Pemain kelahiran Porto Alegre 21 Maret 1980 ini didatangkan oleh presiden t erpilih tahun 2003, Joan Laporta, dari klub Paris Saint Germain (PSG), setelah gagal mendatangkan David Beckham. Sebetulnya intrik pembelian Ronaldinho agak menarik untuk dibahas. Ketika Laporta berjanji akan mendatangkan David Beckham dari Manchester United (MU), sebetulnya pihak MU sudah melakukan kesepakatan dengan Real Madrid. Saat Laporta menjadi presiden terpilih dan David Beckham resmi dipinang Real Madrid, banyak nada protes dari cules kepada Laporta. Sang wakil presiden saat itu, Sandro Rossel, kemudian melakukan pendekatan terhadap PSG terkait pembelian Ronaldinho sebagai pengganti.

Ronaldinho datang ke klub FC Barcelona dengan harga 30 juta euro, tetapi banyak nada pesimis yang dialamatkan kepadanya karena gagal mengangkat nama PSG. Dalam beberapa pertandingnpun Dinho kurang berkontribusi. Bahkan pada akhir musim 2003.04 FC Barcelona hanya sanggup finish di posisi kedua dibawah Valencia. Sudah pasti, nada sumbang pun terdengar di Kota Barcelona. Fans menganggap pembelian Ronaldinho adalah pembelian gagal dan seharusnya manajemen membeli David Beckham. Padahal, Real Madrid dan David Beckham hanya bisa finish di posisi keempat klasemen akhir.

Pada musim 2003/04 bersama Deco, Eto’o dan Giuly, Ronaldinho sanggup membawa FC Barcelona ke titel juara liga setelah puasa gelar selama enam musim. Disertai permainan tim yang menarik, skill individu, dan senyuman Ronaldinho yang selalu ditunjukkan, kepercayaan fans tumbuh. Ronaldinho menjadi pendobrak mitos marketing jika hanya pemain dengan tampang rupawan yang bisa mendatangkan penghasilan dari sisi merchandise. Memang, Ronadinho sangat menikmati permainan sepak bola. Oleh karena itu, Dinho selalu tersenyum, apa pun yang terjadi di lapangan. Sepanjang kariernya di FC Barcelona, Dinho hanya mendapat 2 kartu meah di La Liga dan 1 di Copa del Rey. Ketika diusir dari lapangan , Ronaldinho hanya bisa menangis.

Ada kaitan antara superstar masa depan Blaugrana, Lionel Messi, dengan Ronaldinho. Ketika Messi mendapat promosi ke tim utama, Ronaldinho adalah orang pertama yang menyambutnya. Selain itu, Messi adalah satu-satunya orang Argentina yang bisa duduk satu meja dengan para pemain asal Brasil karena kedekatannya dengan Ronaldinho. Messi dengan Ronaldinho memang layaknya saudara, meski kedua negara mereka bersaing ketat dalam urusan sepak bola. Bahkan lebih dari itu, Ronaldinho-lah pemberi assist untuk gol pertama  Lionel Messi.ketika manajemen memutuskan pembicaraan dengan Lionel Messi terlebih dahulu karena direksi paham, keduanya sulit terpisahkan. Ketika Ronaldinho pindah, Messi sempat terpikirkan untuk mengikuti jejak Ronaldinho. Ronaldinho lahir dan besar dari keluarga penyuka sepak bola. Sang ayah, Joao de Silva Moreira, adalah pemain sepak bola untuk klub lokal bernama Cruzeiro Esporte Clube. Agar memenuhi kebutuhan keluarganya, Joao bekerja juga di galangan kapal. Sang kakak, Roberto, juga seorang pesepak bola. Roberto pernah

bermain di klub Gremio FC, tetap sayang, cedera membuat dirinya pensiun dini. Ronaldinho mengembangkan bakatnya di sepak bola pantai dan futsal. Kedua cabang olahraga itulah yang membuat dirinya memiliki sklil memainkan bola yang cukup hebat.

Pada musim 2005/06, Ronaldinho turut menyumbang titel La Liga, Piala Super Spanyol, dan Liga Champion kedua bagi FC Barcelona. Bahkan pada musim ini, Ronaldinho mendapat standing ovation dari Madridista kala Barca mengalahkan Real Madrid di Santiago Bernabeu karena dua golnya yang fantastis. Suatu perlakuan yang sangat  jarang dilakukan, mengingat kedua klub adalah rival abadi. Dengan menanjaknya prestasi klub maka masalah pun datang silih berganti. Untuk Ronaldinho sendiri, dirinya sering berpesta dan sering ali absen latihan. Bahkan Dinho memiliki sorang anak di luar nikah dari seorang penari bernama Nattielle Viana Mendes. Anak tersebut lahir pada 25 Februari 2005 yang diberi nama seperti ayah Dinho, Joao. Selain itu kesuksesan FC Barcelona kala itu cukup membuat ruang ganti pemain panas. Itu terjadi karena ada beberapa kubu dalam tim berdasarkan nasionalitas pemain, yaitu kubu Portugal dan Brasil, Afrika, serta Spanyol.

Akibat ketidakharmonisan di kamar ganti, pada musim 2006/07 FC Barcelona hanya bisa memboyong Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Espanyol dengan agregat4-0. Di liga, FC Barcelona finish di posisi kedua di bawah Real Madrid. Bahkan pad musim 2007/08, Ronaldinho atau yang berarti Ronldo kecil, tidak bisa membawa piala apapun ke Barcelona. Ketika musim 2007/08 berakhir, FC Barcelona menunjuk pelatih tim FC Barcelona B, Pep Guardiola, untuk menjadi pelatih tim utama, Pep menyingkirkan Dinho, Deco, Edmilson, Thuram, dan Zambrotta.

Agak menyedihkan, karena Dinho dijual ke AC Milan ketika dirinya tidak sempatberpamitan dengan publik Camp Nou. Setelah bersegaram AC Milan, Ronaldinho mengirim sepucuk surat perpsahan kepada para fans, rekan satu tim, manajemen, dan staf FC Barcelona. Meskipun Dinho mendapat kritik keras terkait kelakuannya di penghujung kariernya di FC Barcelona, dirinya masih menjadi bagian pahlawan Camp Nou.

Leave a Reply